SAHABAT BAHAGIAKAN DIA
“bicara apaan?” kata Takuya
“gue suka sama Andika, gue pengen minta tolong supaya gue bisa deket sama Andika!” betapa hancurnya hati Takuya mendengar kalau cewek idamannya suka sama sahabatnya sendiri. Tapi Takuya mencoba untuk membantu cewek idamannya untuk bisa deket sama sahabatnya. Keesokan harinya Takuya menceritakan kepada Andika.
“Dika, Zien suka sama lo please lo terima dia sebagai pacar lo!!”
“tapi Zien adalah cewek yang lo suka?”
“please, gue mohon lo terima demi gue, tapi jangan sampai dia tau kalau gue sebenernya cinta sama dia.”
“terserah lo, demi lo gue mau!”
Akhirnya Andika mau menuruti permintaan Takuya. Setelah beberapa bulan rasa yang dulu hanya menuruti permintaan sahabat berubah menjadi rasa cinta. Andika semakin sayang sama Zien tapi Andika selalu merasa bersalah karena telah menyakiti hati Takuya. Takuya malah merasa senang melihat cewek idamannya bahagia walau dalam hatinya miris.
Hari kelulusan tiba Takuya, Zien dan Andika dinyatakan lulus dengan nilai baik. Setelah kelulusan Takuya hilang tanpa kabar, sebenernya Andika tau dimana Takuya tapi dia sembunyiin dari Zien.
Satu tahun kemudian Andika dan Zien mendapat teman baru di kampus yang tak lain dan tak bukan Takuya. Zien kaget melihat Takuya masuk sebagai mahasiswa baru di kampusnya. Perubahan sikap Takuya terhadap Zien membuat Andika bingung kenapa Takuya berubah drastis.
“selama setahun lo bersembunyi dari Zien tapi kenapa sekarang sikap lo terhadap Zien kayak gini?” tanya Andika
“gue Cuma gak pengen ngerusak kebahagiaan Zien dan gue gak pengen dia tau semua tentang gue.” jawab Takuya
“tapi percuma perjuangan lo biar bisa deket sama dia?”
“asal dia bahagia gue dah seneng kok.” Takuya pergi meninggalkan Andika sendiri di kantin. Hingga suatu hari saat Andika ngajak Takuya untuk camping bareng anak pencinta alam. Zien juga ikut acara itu.
Saat di lokasi camping Andika mencoba mendekatkan Takuya dengan Zien tapi Takuya selalu menghindar. Hingga suatu saat mereka disuruh mencari air bersama ke sungai yang arusnya deras. Saat Zien mengambil air tiba-tiba dia kepleset dan terbawa arus Andika yang gak bisa renang hanya panik sementara Takuya langsung mencoba menolong Zien. Akhirnya Zien dapat ditolong, Zien dan Takuya dibawa ke tenda tak lama kemudian Zien sadar tetapi Takuya tiba-tiba kondisi tubuhnya semakin lemah. Entah apa yang terjadi sama Takuya dan Andika hanya tau apa yang dialami Takuya.
“Takuya sadar…!” semua orang panik, Takuya akhirnya sadar
“gue gak apa-apa tapi bagaimana Zien?” kata Takuya dengan nada lemah
“gue gak apa-apa kok… gue malah khawatir sama lo.” kata Zien menghampiri Takuya
Akhirnya mereka pulang dari camping. Takuya yang sakit pasca camping tidak masuk kuliah selama beberapa hari. Zien dan Andika jenguk Takuya di rumahnya bersama teman-teman yang lain. Saat sampai di rumah Takuya, ternyata Takuya tidak ada di rumah. Teman-teman Takuya memutuskan untuk pulang kecuali Zien dan Andika. Andika coba bertanya kepada penjaga rumah Takuya.
“mbok, semua pada kemana? Kok sepi?” Tanya Andika
“semua lagi pada liburan ke puncak.” Kata pembantu rumah Takuya
“bukannya Takuya belum libur kuliah dan bukannya dia masih sakit?”
“iya, den tapi den Takuya maksa untuk liburan ke puncak, dan non Sakura ijin untuk gak sekolah.”
Andika dan Zien berencana menyusul Takuya ke puncak. Mereka pergi ke puncak tidak berdua aja, agar Takuya gak curiga mereka ngajak orangtua mereka masing-masing. Karena Andika dan Takuya bersahabat dekat termasuk keluarga mereka hingga villa keluarga mereka bersebelahan. Sesampai Andika, Zien serta keluarga mereka di villa milik keluarga Andika. Takuya yang lagi duduk-duduk santai sama keluarganya melihat Andika masuk villa sebelah kaget.
Keesokkan harinya Andika dan Zien pura-pura jogging lewat depan villa Takuya, dengan ekpresi kaget mereka menyapa Takuya.
“Eh… Takuya lo lagi liburan di sini juga?!” kata Andika dengan ekpresi kaget yang dibuat-buat.
“Iya, lo ngapain di sini sama Zien juga?” tanya Takuya
“rencananya gue mau tunangan di sini, kemarin gue ke rumah lo kata pembantu lo lagi libuan ya udah gue belum kasih tau ke lo. Gue sama Zien mau tunangan tapi cuma ngundang keluarga kita sama lo and keluarga lo doank.”
“kapan tunangannya?”
“ntar malem, harus dateng loh…”
“ya baiklah gue akan datang…”
Malamnya pertunangan Zien dan Andika dilangsungkan. Terlihat kesedihan tergambar dalam raut muka Takuya. Apalagi saat Andika memasangkan cincin ke Zien. Andika melihat Takuya sedih ingin sekali bertukar tempat tapi itu adalah hal yang mustahil. Di tengah acara pertunangan tersebut Takuya pergi meninggalkan tempat pertunangan tersebut. Andika yang melihat Takuya pergi dia mengikutinya.
Takuya berjalan terus dan berhenti di kursi dekat kolam renang. Pada saat bersamaan Zien ingin mengambil air putih dan melewati tempat Takuya duduk. Andika memutuskan untuk duduk dan berbicara dengan Takuya. Tanpa mereka sadari Zien berdiri di belakang mereka.
“gue tahu lo sebenernya masih cinta sama Zien” kata Andika
“lo bilang apaan?”
“alah lo nggak usah ngelak”
“kalau gue masih cinta kenapa?”
“gue dah tahu hal itu dan seharusnya lo yang tunangan sama Zien bukan gue. Dulu gue pacaran sama Zien itu karena lo walau sekarang gue juga udah jatuh cinta sama Zien tapi gue juga gak pengen sahabat gue seperti ini.”
“ingat! Lo udah janji sama gue bakal jagain Zien buat gue dan lo harus menepatinya”
“jadi selama ini… kalian bohongin gue?” kata Zien mengagetkan Takuya dan Andika.
“Zien gue bisa jelaskan ini semua…” kata Andika
“gue nggak perlu penjelasan lagi!” Zien meninggalkan mereka berdua. Saat Andika ingin mengejarnya…
“Dika… Dik… tolong gue…” Takuya memanggil Andika sambil menahan rasa sakitnya.
Andika berbalik. “Ya Tuhan Takuya…”
“Dingin… Dik…” kemudian Takuya pingsan. Andika segera menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit. Saat melewati tempat pesta pertunangan semua tamu termasuk keluarga Takuya, keluarga Andika dan juga Zien kaget.
Di rumah sakit semua orang panik menunggu dokter selesai memeriksa. Saat itu juga Andika mengajak Zien berbicara. Andika menceritakan apa yang terjadi dan kenapa dia mau menerima permintaan Takuya. Dokter keluar dari ruang UGD dan mengatakan kalau Takuya ingin bertemu dengan Zien dan Andika. Andika dan Zien masuk menemui Takuya. Mereka duduk di samping Takuya.
“Zien…” Zien mendekati Takuya “maafkan aku…” Zien mengangguk sambil menahan tangisnya. “Dik…” bergantian Andika mendekati Takuya. “kamu sahabat terbaik, jadi tolong bahagiakan dia buatku”
“aku pasti akan bahagiakan Zien…” jawab Andika. Takuya meraih tangan mereka berdua dan menyatukannya. Kemudian Takuya menutup matanya untuk selamanya.
Semua sedih atas kepergian Takuya. 5 tahun kemuadian seorang anak laki-laki berlari sambil berkata “okaasan” dan berhenti di Zien. Kini Andika dan Zien telah menikah dan tinggal di Jepang. Mereka kini memiliki seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Takuya. Mereka memberi nama tersebut agar mereka selalu ingat pada sahabat mereka. Mereka hidup bahagia.